PALU - Petani Cengkih di Sulawesi Tengah didera persoalan di musim panen tahun ini.

Selain hujan yang menyebabkan penurunan produksi, juga harga yang cenderung turun.

Ketua Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI) Rusydi menyebutkan, fenomena musim panen Cengkih tahun ini tergolong langka.

Pasalnya, di tengah sulitnya produksi yang berpotensi kelangkaan cengkih, harga juga cenderung turun.

Hujan saat musim panen menyebabkan petani kesulitan menjemur sehingga banyak cengkih jadi basah dan berkategori “budong” (memutih).


Harga Cengkih budong anjlok dari Rp 102 ribu menjadi Rp 20 ribu per Kg.

"Saat ini harga cengkih Rp 102 ribu per Kilogram. Sebelumnya sempat sampai Rp 105 ribu. Kalau melihat trand harga dunia, ada penurunan hingga di bawah Rp 100 ribu," jelas Pria kelahiran 10 Juni 1972 itu kepada TribunPalu.com saat ditemui di kebunnya, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu



Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul Harga Anjlok dan Produksi Sulit, Petani Cengkih di Sulawesi Tengah Menjerit, https://palu.tribunnews.com/2024/07/14/harga-anjlok-dan-produksi-sulit-petani-cengkih-di-sulawesi-tengah-menjerit.



Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul Harga Anjlok dan Produksi Sulit, Petani Cengkih di Sulawesi Tengah Menjerit, https://palu.tribunnews.com/2024/07/14/harga-anjlok-dan-produksi-sulit-petani-cengkih-di-sulawesi-tengah-menjerit.




Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul Harga Anjlok dan Produksi Sulit, Petani Cengkih di Sulawesi Tengah Menjerit, https://palu.tribunnews.com/2024/07/14/harga-anjlok-dan-produksi-sulit-petani-cengkih-di-sulawesi-tengah-menjerit.