Palu, 31/08 — Dinas Perkebunan dan Peternakan (DISBUNNAK) Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan melalui digitalisasi data, pengembangan inovasi, serta pelaksanaan program yang berbasis pada data dan kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kunjungan Tim Analisis dan Komunikasi (Independen) Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., ke Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (31/8), yang berlangsung di ruang Kepala Dinas. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk berdiskusi mengenai berbagai program dan kebijakan, khususnya terkait peningkatan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), digitalisasi data, serta pengembangan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam diskusi tersebut, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Muhammad Neng, S.T., M.M., IPU., memaparkan sejumlah langkah strategis yang tengah dilakukan untuk membangun tata kelola organisasi yang semakin efektif, adaptif, dan responsif dalam mendukung pencapaian indikator kinerja utama (IKU) Disbunnak.

Langkah tersebut meliputi penguatan disiplin aparatur, peningkatan kualitas pelaksanaan program, pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan, percepatan digitalisasi, serta pengembangan inovasi dalam pelayanan dan pembangunan sektor perkebunan dan peternakan.

Si-Bunak, Integrasi Data Strategis Perkebunan dan Peternakan

Salah satu terobosan yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah pengembangan Si-Bunak, sebuah sistem yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai data strategis sektor perkebunan dan peternakan.

Melalui Si-Bunak, data yang sebelumnya tersebar di berbagai bidang mulai diarahkan untuk terintegrasi dalam satu sistem. Data tersebut antara lain mencakup data bantuan bibit perkebunan, bantuan ternak, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengamatan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), kebun sumber benih, penangkar benih, lalu lintas ternak, inseminasi buatan, penyakit hewan, hingga data pemotongan hewan.

Integrasi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi proses digitalisasi administrasi, tetapi menjadi fondasi dalam membangun perencanaan dan pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.

Dengan ketersediaan data yang semakin terintegrasi, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi lapangan, penerima manfaat, kebutuhan intervensi, serta potensi pengembangan sektor perkebunan dan peternakan di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.

Dorong Pengembangan Inovasi di Lingkungan Disbunnak

Selain digitalisasi data, Disbunnak Sulawesi Tengah juga terus mendorong tumbuhnya budaya inovasi di lingkungan organisasi. Hingga saat ini, sebanyak sembilan inovasi telah didaftarkan melalui Innovation Government Award (IGA).

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong aparatur untuk tidak hanya menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi juga menghadirkan gagasan dan terobosan yang mampu meningkatkan efektivitas pelayanan serta kinerja pembangunan.

Pengembangan digitalisasi dan inovasi tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Perjanjian 100 Hari Kerja yang telah ditandatangani oleh Gubernur Sulawesi Tengah dan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah. Komitmen tersebut menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan internal sekaligus memastikan program-program prioritas dilaksanakan secara terukur dan memberikan hasil yang nyata.

Pada akhirnya, transformasi digital dan pengembangan inovasi diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan yang lebih besar, yakni menyukseskan Program Berani Makmur.

Ke depannya, DISBUNNAK Sulawesi Tengah berkomitmen terus mengembangkan sistem digital, memperkuat kualitas data, serta membangun ekosistem inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan sektor perkebunan dan peternakan.

Dengan fondasi data yang semakin kuat dan tata kelola yang terus diperbaiki, Disbunnak Sulawesi Tengah diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pembangunan sektor perkebunan dan peternakan yang modern, terukur, dan berorientasi pada hasil, sekaligus memperkuat langkah menuju Sulawesi Tengah yang Berani Makmur.

Sumber: PPID DISBUNNAK SULTENG